Pemprov Kaltara Berupaya Keras Cegah Pandemi Covid-19

 BERITA KALTARA, Pemerintahan, Terhangat

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara berkomitmen menekan dan mencegah penyebaran pandemi corona virus disease 2019 (COVID-19) di wilayah provinsi ini. Gugus Tugas Pemprov Kaltara mulai bergerak cepat melakukan langkah-langkah sesuai tugas pokok dan fungsinya.
Pencegahan penyebaran COVID-19 salah satunya dititiberatkan pada layanan transportasi publik. Kepala Dinas Perhubungan Kaltara Taupan Majid menegaskan, semua layanan kebandarudaraan dilaksanakan berdasarkan arahan Kementerian Perhubungan. Di Bandara Internasional Juwata Tarakan dan Bandara Tanjung Harapan Bulungan telah dipasang termoscanner. Penumpang juga diperiksa dengan alat thermogun. “Untuk penerbangan internasional, sejauh ini dari Tawau, petugas tidak menunggu di terminal kedatangan. Petugas langsung memeriksa penumpang dengan termogun di pesawat, beserta kru pesawat,” tutur Taupan dalam Respons Kaltara edisi ke-75 di Kedai 99 Tanjung Selor, Rabu (18/3).

Kewaspadaan juga ditingkatkan di Bandara RA Bessing Malinau dan Bandara Nunukan. “Fasilitas-fasilitas di bandara yang biasa kontak dengan tangan juga semua sudah dibersihkan dengan antiseptik dan desinfektan. Tidak hanya sekali, tetapi rutin kita lakukan. Karena penumpang terus bergerak tiap hari,” ujarnya.

Selain bandara, Pelabuhan Tengkayu I di Kota Tarakan, Kayan II di Tanjung Selor, dan Tunon Taka di Nunukan ikut jadi perhatian utama. “Pergerakan penumpang di tiga pelabuhan ini dianggap cukup tinggi. Karena itu, pembersihan fasilitas pelabuhan, terminal, dan bus dengan antiseptik dan desinfektan juga kita galakkan,” ujarnya. Pembersihan dan penyemprotan antiseptik dan desinfektan juga akan dilakukan di speedboat. Termasuk menempatkan hand sanitizer di armada transportasi air tersebut.

Usman, Kepala Dinas Kesehatan melaporkan sudah ada 895 warga di Kaltara berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP). Rincinya, 883 deportan dari Malaysia di Kabupaten Nunukan, 1 orang di Tana Tidung, 1 orang di Malinau, dan 10 orang di Kota Tarakan. Di Bulungan yang sebelumnya sempat ada laporan di rumah sakit dinyatakan bukan gejala COVID-19.

Sayangnya, di Kota Tarakan dilaporkan dua orang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) atau menunjukkan gejala terjangkit COVID-19 atas gejala demam tinggi, batuk pilek, dan sesak nafas. “Saat ini sampel yang bersangkutan masih diperiksa di Litbangkes jakarta. Pengiriman akan berlangsung dalam 1-2 hari ini. Kemudian di sana (Litbangkes) akan diperiksa. Saat ini kedua PDP tersebut tengah diisolasi. Belum diketahui hasilnya, negatif atau positif,” ujarnya.

Usman meminta masyarakat memulai gerakan hidup sehat dan mengedepankan pola hidup bersih dan sehat untuk mencegah penularan pandemi COVID-19. “Pada intinya jangan panik. Hindari beraktivitas di kerumumanan orang banyak. Menjaga diri anda sendiri juga berarti menjaga keluarga, dan masyarakat lain,” tuturnya.

Kepala BPBD Kaltara Andi Santiaji berharap penanganan pandemi COVID-19 di Kaltara tidak saja tugas pemerintah daerah dan Gugus Tugas yang sudah dibentuk. Yang paling penting tuturnya, adalah peran besar masyarakat. “Mari kita lawan ini virus dengan cara bersatu. Jangan hanya pemerintah dan tim yang sudah dibentuk. Masyarakat juga harus membentu pemerintah,” ujarnya.

BPBD setiap saat akan melaksanakan upaya-upaya penanggulangan COVID-19 bersama instansi terkait lainnya yang telah ditugaskan dalam gugus tugas level provinsi. Menurut Santiaji, penanganan Covid-19 tidak hanya tertuju pada wabahnya, melainkan dampak turunannya seperti kelangkaan logistik kebutuhan pokok, peralatan seperti masker dan hand sanitizer.

Ahmad Hidayat Kepala KKP Kelas II Tarakan mengungkapkan, jajarannya bersama pemerintah daerah dan jajaran instansi vertikal lain akan berusaha semaksimal mungkin menjaga derajat kesehatan masyarakat agar tetap di ambang level optimal. “Walau penyebaran COVID-19 di Tanah Air tidak semassif negara lain, kita mengimbau masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan yang dikeluarkan pemerintah,” ujarnya.

“Hindari berkumpul di banyak orang. Kalau mau jadi pahlawan, di rumah. Tidak usah jadi pahlawan di mana-mana. Di rumah saja. Anda akan jadi pahlawan bagi anda, keluarga dan masyarakat Kaltara,” timpalnya menutup.(humas kaltara)

Author: 

No Responses

Leave a Reply